Tentang Pengaruh Perkembangan Masyarakat
Informasi terhadap Kesejahteraan
Masyarakat Dan Peranan Teknologi Komunikasi Dalam Menciptakan Masyarakat
Informasi Di Indonesia
Kemajuan teknologi memang sangat penting
untuk manusia Sebagai PenunjangKemajuan manusia. Perkembangan teknologi
berkembang secara drastis dan terus berevolusi hingga
sekarang. Hingga menciptakan obyek-obyek, teknik yang dapat membantu manusiadalam
pengerjaan sesuatu lebih efisien dan cepat. Salah satunya adalah komputer.
Hampir semua pekerjaan manusia memiliki hubungan dengan komputer.
Sehingga pantas jika komputer adalah penemuan yang paling
mutakhir dan yang paling berpengaruh pada kehidupan manusia.
Berikut ini merupakan pengaruh perkembangan
masyarakat informasi terhadap kesejahteraan
masyarakat:
a. Bidang
Pendidikan
Ada beberapa pendapat tentang teknologi
pendidikan. Istilah yang digunakandalam bahasa Inggris adalah instructional
technology atau educational technology. Salah satu pendapat ialah bahwa
instructional technology means the media born of the communications
revolutional which can be used for instructional purpose alongside the teacher,
the book, and the blackboard (Commission on Instructional hal. 39). Jadi, yang
diutamakan ialah media komunikasi yang berkembang secara pesat sekali yang
dapat dimanfaatkan dalam pendidikan. Alat-alat teknologi ini lazim disebut
“hardware” antara lain berupa TV, radio, video tape, computer, dan lain-lain.Di
lain pihak ada pendapat bahwa teknologi pendidikan adalah pengembangan,
penerapan dan penilaian sistem, teknik dan alat bantu untuk memperbaiki
danmeningkatkan proses belajar manusia. Ada pula yang berpendapat bahwa
teknologi pendidikan adalah pemikiran yang sistematis tentang pendidikan,
penerapan metode problem solving dalam pendidikan, yang dapat dilakukan dengan
alat-alat komunikasimodern, akan tetapi juga tanpa alat-alat itu.Pada
hakikatnya teknologi pendidikan adalah suatu pendekatan yang sistematisdan
kritis tentang pendidikan. Teknologi pendidikan memandang soal mengajar dan
belajar sebagai masalah atau problema yang harus dihadapi secara rasional dan
ilmiah.
Jenis-jenis
alat-alat teknologi pendidikan
Di sini akan kita bicarakan secara singkat
beberapa alat pendidikan yang dapat dipandangsebagai alat teknologi pendidikan.
a. Papan Tulis
Alat penajaran ini
sangat populer, digunakan oleh sekolah yang tradisional maupun yangmodern dan
dapat dikombinasikan dengan alat pengajaran lainnya seperti radio, TV. Alat
inidimanfaatkan dalam tiap metode pengajaran. Papan tulis dapat dipakai untuk
tulisan, membuatgambar, grafik, diagram, peta, dan sebagainya dengan kapur yang
putih maupun yang berwarna.
b. Gambar
Gambar-gambar dapat
dikumpulkan dari berbagai sumber seperti kalender, majalah, surat kabar,
pamflet dari biro perjalanan, dan sebagainya. Gambar-gambar harus dikumpulkan
dalam map menurut kategori tertentu agar mudah dicari kembali bila diperlukan.
c. Model
Model-model dapat
merupakan tiruan dari benda yang sebenarnya seperti model mobil,kereta api,
rumah, bintang, dan lain-lain.
d. Koleksi
Bermacam-macam
koleksi dapat diadakan seperti macam-macam tekstil, batu-batuan, daunkering,
mata uang, perangko, dan sebagainya.
e. Peta dan Globe
Geografi dan
pelajaran sejarah akan pincang tanpa peta. Macam-macam peta harusdisediakan
tentang tiap bagian dunia, juga peta ekonomi, penduduk, dan sebagainya.
f. Buku
PelajaranBuku
pelajaran merupakan alat pengajaran yang paling banyak digunakan di antarasemua
alat pengajaran lainnya. Buku pelajaran telah digunakan sejak manusia pandai
menulisdan membaca, tetapi meluas dengan pesat setelah ditemukannya alat cetak.
g. Film
Sejak ditemukan film,
para pendidik segera melihat manfaatnya bagi pendidikan. Film pendidikan
sekarang telah sangat berkembang di negara-negara maju. Telah banyak perpustakaan
film yang meminjamkan film tentang segala macam topik dalam tiap bidang
studi.Universitas demikian pula sekolah-sekolah telah banyak mempunyai
perpustakaan film sendiri.Film di sana bukan merupakan barang luks lagi.
h. Filmstrip dan Silde
Filmstrip
dan slide diperlihatkan kepada murid-murid dengan menggunakan proyektor. Yang
dilihat
adalah gambar “mati” jadi bukan gambar hidup seperti film. Gambar itu dapat
merupakan
foto,
table, diagram karton, reproduksi lukisan, dan sebagainya. Kecepatan
memperlihatkanfilmstrip dan slide dapat diatur oleh guru dan bergantung pada
banyak komentar yang diberikantentang tiap gambar.
i. Tape Recorder
Tape recorder pada
saat ini bukan barang mewah lagi. Alat ini sangat serasi untuk digunakandalam
pelajaran bahasa. Laboratorium bahasa menggunakan tape recorder.
j. Komputer
Komputer adalah hasil
teknologi modern yang mempermudah murid atau mahasiswa dalammengerjakan semua
kegiatan dalam sistem pengajaran. Semua sudah dapat dikerajakan dalamsistem
komputer. Dari mengerjakan tugas mengetik, desain, dan banyak lagi
fungsi-fungsi.
TRANSISI
MASYARAKAT INDONESIA
Orang-orang
yang belajar di luar
negeri misalnya membawa penemuan ilmu pengetahuan baru dari negara maju ke Indonesia. Contoh
lain mobilitas kapital yang membawa modal dari negara maju ke Indonesia
mengakibatkan kita harus menggunakan situasi masyarakat informasi
pemilik modal terutama penggunaan komputer dan fasilitas komunikasi.
Misalnya juga dalam bidang kedokteran, kita dapat dengan cepat mengatasi suatu
penyakit karena ada teknologi pembuatan obat dari negara lain yang sudah
tinggi ilmunya. Kita dapat mengatasinya karena terimbas kemajuan manusia
dan negara lain. Masyarakat
informasi yang muncul di Indonesia hanyalah imbas atau dampak dari trend setter
negara bermasyarakat informasi. Transisi yang dialami Indonesia pun belum bisa
ditetapkan dengan tepat, baik bentuk maupun macam transisinya. Akan tetapi setidaknya kita
bisa menggolongkan lima faktor penentu yang membentuk
masyarakat informasi, yaitu: 1) Kemajuan dalam pendidikan. Dengan pendidikan orang
bisa membaca, menulis, menghitung dan menguasai pengetahuan. Melalui
pendidikan SDM yang berkualitas bisa diperoleh; 2) Perubahan karakteristik
pola kerja. Evolusi pola kerja membuat orang mencari informasi atau pengetahuan
tentang cara-cara paling efisien, efektif, praktis dan mudah melakukan suatu
pekerjaan; 3) Perubahan dalam menyebarkan pengetahuan dari cara
primitif dari mulut ke mulut sampai penggunaan alat yang canggih; 4) Perubahan
dalam cara-cara orang mencari pengetahuan. Rasa ingin tahu yang besar dari
orang-orang terhadap suatu pengetahuan yang baru menyebabkan evolusi ataupun
revolusi dalam cara-cara orang mencari pengetahuan; 5) Kemajuan
dalam penciptaan alat-alat untuk menyebarkan dan mengakses pengetahuan baru.
KOMPUTERISASI
DAN ELECTRONIC GOVERMENT
Masyarakat
informasi diidentikkan dengan komputerisasi. Para pembuat komputer selalu mengkliam
bahwa mesin-mesin mereka akan membuat sekian banyak hal dalam hidup kita
menjadi lebih mudah. Untuk sebagian kecil masalah hidup, komputer
mungkin sebuah solusi yang tidak bisa ditolak, tapi dalam banyak hal lain ia
justru kerap menjadi tambahan pekerjaan baru yang menjengkelkan. Selain
sebagai alat komputasi, komputer juga bisa berubah
menjadi
alat amputasi yang melumpuhkan beberapa kemampuan alamiah manusia. Mereka yang
sebagian besar pekerjannya bergantung pada komputer, dalam banyak kasus, seperti
kehilangan kemampuannya untuk menangani pekerjaan-pekerjaan
tersebut secara manual. Di samping itu, karena seringnya mesin-mesin itu mengalami
gangguan, orang akan cenderung lebih banyak disibukkan oleh
perkara-perkara teknis. Di Indonesia, gangguan atau kerusakan
komputer
bahkan sering menjadi sebuah alasan yang tidak bisa dibantah kalau seseorang atau sebuah
lembaga tidak bisa menangani pekerjaan-pekerjaan atau pelayanan sesuai jadwal
yang telah ditetapkan (Budiman, 2002) Setidaknya, apa yang
dinyatakan dalam paragraf di atas itu menjadi nyata dalam sistem komputerisasi
pemilu legislatif 2004, 5 April silam. Komisi
Pemilihan
Umum (KPU) memutuskan untuk memakai sistem teknologi informasi yang memakan
biaya Rp 200 milyar (Rp 154 milyar untuk pengadaan komputer, Rp 27 milyar
untuk Pasifik Satelit National (PSN), Rp 19 milyar untuk dialokasikan ke
jaringan Telkom) ini dalam proses penghitungan suara. (Penggunaan komputerisasi
ini-meskipun tidak diamanatkan
dalam Undang-Undang Pemilu diklaim oleh KPU mempunyai banyak kelebihan, antara
lain 1) Rangkaian proses penghitungan suara ini menjanjikan hasil yang
relatif jujur dan bebas dari manipulasi; 2) Cepat dan dapat menghemat waktu
penghitungan suara, sehingga dapat menjadi fasilitas untuk memenuhi rasa ingin
tahu masyarakat dalam memperoleh informasi hasil pemilu secara cepat selama
24 jam, 3) Sistem teknologi ini juga bermanfaat membantu melacak bila ada
kesalahan saat penghitungan suara. Sebetulnya, apa yang
dilakukan oleh KPU berkenaan dengan sistem
komputerisasi
itu erat kaitannya dengan pelaksanaan electronic government (egovernment)
seperti
yang telah diamanatkan Pertemuan Geneva untuk mewujudkan masyarakat
informasi pada 2015, dan juga Inpres No 3/2003 yang merumuskan kebijakan dan
strategi e-government menuju masyarakat informasi. Pemanfaatan TI (Teknologi
Informasi) dan internet di lingkungan instansi pemerintah terutama yang
dimaksudkan untuk mendukung layanan publik sering disebut sebagai e-government.
E-government yang didefinisikan
oleh World Bank, mengacu pada pemanfaatan TI oleh institusi pemerintah yang selanjutnya
mendukung transformasi hubungan dengan warga negara, pelaku bisnis, dan
institusi pemerintah lainnya, dengan maksud memberikan layanan publik
yang lebih baik, meningkatkan hubungan antara pemerintah dengan bisnis
dan industri, serta meningkatkan peran serta masyarakat dalam
peningkatan efisiensi manajemen pemerintahan. Selengkapnya World Bank
menyatakan:
Electronic
government refers to the use by government agancies of
information
technologies (such as wide area networks, the internet
and
mobile computing) that have the ability to transform relations
with
citizens, businesses, and other arms of government. These
technologies
can serve a variety of different ends: better delivery
of
government services to citizens, improve interactions with
business
and industry, citizen empowerment through access to
information,
or more efficient government management. The
resulting
benefits can be less corruption, increased transparency,
greater
convenience, revenue growth, and/or cost reductions.
No comments:
Post a Comment