Tuesday, 24 July 2018

tugas rangkuman pertemuan 10

Tentang Pengaruh Perkembangan Masyarakat Informasi terhadap Kesejahteraan Masyarakat Dan Peranan Teknologi Komunikasi Dalam Menciptakan Masyarakat Informasi Di Indonesia

Assalamualaikum.wr.wb


Kemajuan teknologi memang sangat penting untuk manusia Sebagai PenunjangKemajuan manusia. Perkembangan teknologi berkembang secara drastis dan terus berevolusi hingga sekarang. Hingga menciptakan obyek-obyek, teknik yang dapat membantu manusiadalam pengerjaan sesuatu lebih efisien dan cepat. Salah satunya adalah komputer. Hampir semua pekerjaan manusia memiliki hubungan dengan komputer. Sehingga pantas jika komputer adalah penemuan yang paling mutakhir dan yang paling berpengaruh pada kehidupan manusia.
Berikut ini merupakan pengaruh perkembangan masyarakat informasi terhadap kesejahteraan masyarakat:

a. Bidang Pendidikan
Ada beberapa pendapat tentang teknologi pendidikan. Istilah yang digunakandalam bahasa Inggris adalah instructional technology atau educational technology. Salah satu pendapat ialah bahwa instructional technology means the media born of the communications revolutional which can be used for instructional purpose alongside the teacher, the book, and the blackboard (Commission on Instructional hal. 39). Jadi, yang diutamakan ialah media komunikasi yang berkembang secara pesat sekali yang dapat dimanfaatkan dalam pendidikan. Alat-alat teknologi ini lazim disebut “hardware” antara lain berupa TV, radio, video tape, computer, dan lain-lain.Di lain pihak ada pendapat bahwa teknologi pendidikan adalah pengembangan, penerapan dan penilaian sistem, teknik dan alat bantu untuk memperbaiki danmeningkatkan proses belajar manusia. Ada pula yang berpendapat bahwa teknologi pendidikan adalah pemikiran yang sistematis tentang pendidikan, penerapan metode problem solving dalam pendidikan, yang dapat dilakukan dengan alat-alat komunikasimodern, akan tetapi juga tanpa alat-alat itu.Pada hakikatnya teknologi pendidikan adalah suatu pendekatan yang sistematisdan kritis tentang pendidikan. Teknologi pendidikan memandang soal mengajar dan belajar sebagai masalah atau problema yang harus dihadapi secara rasional dan ilmiah.

Jenis-jenis alat-alat teknologi pendidikan

Di sini akan kita bicarakan secara singkat beberapa alat pendidikan yang dapat dipandangsebagai alat teknologi pendidikan.

a. Papan Tulis
Alat penajaran ini sangat populer, digunakan oleh sekolah yang tradisional maupun yangmodern dan dapat dikombinasikan dengan alat pengajaran lainnya seperti radio, TV. Alat inidimanfaatkan dalam tiap metode pengajaran. Papan tulis dapat dipakai untuk tulisan, membuatgambar, grafik, diagram, peta, dan sebagainya dengan kapur yang putih maupun yang berwarna.

b. Gambar
Gambar-gambar dapat dikumpulkan dari berbagai sumber seperti kalender, majalah, surat kabar, pamflet dari biro perjalanan, dan sebagainya. Gambar-gambar harus dikumpulkan dalam map menurut kategori tertentu agar mudah dicari kembali bila diperlukan.

c. Model
Model-model dapat merupakan tiruan dari benda yang sebenarnya seperti model mobil,kereta api, rumah, bintang, dan lain-lain.

d. Koleksi
Bermacam-macam koleksi dapat diadakan seperti macam-macam tekstil, batu-batuan, daunkering, mata uang, perangko, dan sebagainya.

e. Peta dan Globe
Geografi dan pelajaran sejarah akan pincang tanpa peta. Macam-macam peta harusdisediakan tentang tiap bagian dunia, juga peta ekonomi, penduduk, dan sebagainya.

f. Buku
PelajaranBuku pelajaran merupakan alat pengajaran yang paling banyak digunakan di antarasemua alat pengajaran lainnya. Buku pelajaran telah digunakan sejak manusia pandai menulisdan membaca, tetapi meluas dengan pesat setelah ditemukannya alat cetak.

g. Film
Sejak ditemukan film, para pendidik segera melihat manfaatnya bagi pendidikan. Film pendidikan sekarang telah sangat berkembang di negara-negara maju. Telah banyak perpustakaan film yang meminjamkan film tentang segala macam topik dalam tiap bidang studi.Universitas demikian pula sekolah-sekolah telah banyak mempunyai perpustakaan film sendiri.Film di sana bukan merupakan barang luks lagi.

h. Filmstrip dan Silde
Filmstrip dan slide diperlihatkan kepada murid-murid dengan menggunakan proyektor. Yang
dilihat adalah gambar “mati” jadi bukan gambar hidup seperti film. Gambar itu dapat merupakan
foto, table, diagram karton, reproduksi lukisan, dan sebagainya. Kecepatan memperlihatkanfilmstrip dan slide dapat diatur oleh guru dan bergantung pada banyak komentar yang diberikantentang tiap gambar.

i. Tape Recorder
Tape recorder pada saat ini bukan barang mewah lagi. Alat ini sangat serasi untuk digunakandalam pelajaran bahasa. Laboratorium bahasa menggunakan tape recorder.

j. Komputer
Komputer adalah hasil teknologi modern yang mempermudah murid atau mahasiswa dalammengerjakan semua kegiatan dalam sistem pengajaran. Semua sudah dapat dikerajakan dalamsistem komputer. Dari mengerjakan tugas mengetik, desain, dan banyak lagi fungsi-fungsi.

TRANSISI MASYARAKAT INDONESIA
Orang-orang yang belajar di luar negeri misalnya membawa penemuan ilmu pengetahuan baru dari negara maju ke Indonesia. Contoh lain mobilitas kapital yang membawa modal dari negara maju ke Indonesia mengakibatkan kita harus menggunakan situasi masyarakat informasi pemilik modal terutama penggunaan komputer dan fasilitas komunikasi. Misalnya juga dalam bidang kedokteran, kita dapat dengan cepat mengatasi suatu penyakit karena ada teknologi pembuatan obat dari negara lain yang sudah tinggi ilmunya. Kita dapat mengatasinya karena terimbas kemajuan manusia dan negara lain. Masyarakat informasi yang muncul di Indonesia hanyalah imbas atau dampak dari trend setter negara bermasyarakat informasi. Transisi yang dialami Indonesia pun belum bisa ditetapkan dengan tepat, baik bentuk maupun macam transisinya. Akan tetapi setidaknya kita bisa menggolongkan lima faktor penentu yang membentuk masyarakat informasi, yaitu: 1) Kemajuan dalam pendidikan. Dengan pendidikan orang bisa membaca, menulis, menghitung dan menguasai pengetahuan. Melalui pendidikan SDM yang berkualitas bisa diperoleh; 2) Perubahan karakteristik pola kerja. Evolusi pola kerja membuat orang mencari informasi atau pengetahuan tentang cara-cara paling efisien, efektif, praktis dan mudah melakukan suatu pekerjaan; 3) Perubahan dalam menyebarkan pengetahuan dari cara primitif dari mulut ke mulut sampai penggunaan alat yang canggih; 4) Perubahan dalam cara-cara orang mencari pengetahuan. Rasa ingin tahu yang besar dari orang-orang terhadap suatu pengetahuan yang baru menyebabkan evolusi ataupun revolusi dalam cara-cara orang mencari pengetahuan; 5) Kemajuan dalam penciptaan alat-alat untuk menyebarkan dan mengakses pengetahuan baru.

KOMPUTERISASI DAN ELECTRONIC GOVERMENT

Masyarakat informasi diidentikkan dengan komputerisasi. Para pembuat komputer selalu mengkliam bahwa mesin-mesin mereka akan membuat sekian banyak hal dalam hidup kita menjadi lebih mudah. Untuk sebagian kecil masalah hidup, komputer mungkin sebuah solusi yang tidak bisa ditolak, tapi dalam banyak hal lain ia justru kerap menjadi tambahan pekerjaan baru yang menjengkelkan. Selain sebagai alat komputasi, komputer juga bisa berubah
menjadi alat amputasi yang melumpuhkan beberapa kemampuan alamiah manusia. Mereka yang sebagian besar pekerjannya bergantung pada komputer, dalam banyak kasus, seperti kehilangan kemampuannya untuk menangani pekerjaan-pekerjaan tersebut secara manual. Di samping itu, karena seringnya mesin-mesin itu mengalami gangguan, orang akan cenderung lebih banyak disibukkan oleh perkara-perkara teknis. Di Indonesia, gangguan atau kerusakan
komputer bahkan sering menjadi sebuah alasan yang tidak bisa dibantah kalau seseorang atau sebuah lembaga tidak bisa menangani pekerjaan-pekerjaan atau pelayanan sesuai jadwal yang telah ditetapkan (Budiman, 2002) Setidaknya, apa yang dinyatakan dalam paragraf di atas itu menjadi nyata dalam sistem komputerisasi pemilu legislatif 2004, 5 April silam. Komisi
Pemilihan Umum (KPU) memutuskan untuk memakai sistem teknologi informasi yang memakan biaya Rp 200 milyar (Rp 154 milyar untuk pengadaan komputer, Rp 27 milyar untuk Pasifik Satelit National (PSN), Rp 19 milyar untuk dialokasikan ke jaringan Telkom) ini dalam proses penghitungan suara. (Penggunaan komputerisasi ini-meskipun tidak diamanatkan dalam Undang-Undang Pemilu diklaim oleh KPU mempunyai banyak kelebihan, antara lain 1) Rangkaian proses penghitungan suara ini menjanjikan hasil yang relatif jujur dan bebas dari manipulasi; 2) Cepat dan dapat menghemat waktu penghitungan suara, sehingga dapat menjadi fasilitas untuk memenuhi rasa ingin tahu masyarakat dalam memperoleh informasi hasil pemilu secara cepat selama 24 jam, 3) Sistem teknologi ini juga bermanfaat membantu melacak bila ada kesalahan saat penghitungan suara. Sebetulnya, apa yang dilakukan oleh KPU berkenaan dengan sistem
komputerisasi itu erat kaitannya dengan pelaksanaan electronic government (egovernment)
seperti yang telah diamanatkan Pertemuan Geneva untuk mewujudkan masyarakat informasi pada 2015, dan juga Inpres No 3/2003 yang merumuskan kebijakan dan strategi e-government menuju masyarakat informasi. Pemanfaatan TI (Teknologi Informasi) dan internet di lingkungan instansi pemerintah terutama yang dimaksudkan untuk mendukung layanan publik sering disebut sebagai e-government. E-government yang didefinisikan oleh World Bank, mengacu pada pemanfaatan TI oleh institusi pemerintah yang selanjutnya mendukung transformasi hubungan dengan warga negara, pelaku bisnis, dan institusi pemerintah lainnya, dengan maksud memberikan layanan publik yang lebih baik, meningkatkan hubungan antara pemerintah dengan bisnis dan industri, serta meningkatkan peran serta masyarakat dalam peningkatan efisiensi manajemen pemerintahan. Selengkapnya World Bank menyatakan:

Electronic government refers to the use by government agancies of
information technologies (such as wide area networks, the internet
and mobile computing) that have the ability to transform relations
with citizens, businesses, and other arms of government. These
technologies can serve a variety of different ends: better delivery
of government services to citizens, improve interactions with
business and industry, citizen empowerment through access to
information, or more efficient government management. The
resulting benefits can be less corruption, increased transparency,
greater convenience, revenue growth, and/or cost reductions.

No comments:

Post a Comment